Bandung, suara9.com – Kisah inspiratif ini datang dari seorang Zulfi Akbar Harahap yang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih prestasi akademik tertinggi.

Penerima manfaat Program Beasiswa Perintis ini berhasil menorehkan capaian gemilang sebagai lulusan terbaik Institut Teknologi Bandung (ITB) periode April tahun 2026 dengan predikat cumlaude.
Zulfi menyelesaikan studinya di Program Studi Teknik Metalurgi, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB dalam waktu 3,5 tahun. Capaian tersebut menjadi puncak dari perjalanan panjang yang dilalui dengan penuh perjuangan dan ketekunan.

Motivasi utama Zulfi dalam menempuh pendidikan tinggi berangkat dari keinginannya untuk mengubah nasib keluarga. Ia berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Ayahnya telah meninggal dunia saat ia duduk di bangku kelas 3 SMP, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga.

“Sejak SMP, saya sempat bingung dan ragu, apakah bisa melanjutkan pendidikan tinggi. Akan tetapi dari itu semua muncul tekad untuk tetap berupaya semaksimal mungkin untuk mengejar beasiswa agar tetap bisa sekolah,” tuturZulfi.

Tekad tersebut mendorongnya untuk terus berprestasi. Saat di bangku sekolah menengah, Zulfi berhasil meraih sejumlah penghargaan, di antaranya Juara 1 Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Kimia tingkat Kabupaten Deli Serdang tahun 2021 dan Juara 2 tingkat Provinsi Sumatera Utara pada tahun yang sama. Ia juga lolos Kompetisi Sains Nasional (KSN) tingkat provinsi serta meraih Juara 1 Olimpiade Kimia Nasional 2021.
Kesempatan untuk melanjutkan pendidikan semakin terbuka ketika ia mendapatkan Beasiswa Perintis Rumah Amal Salman. Program yang dipayungi oleh Lembaga Amil Zakat Rumah Amal Salman ini tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga pembinaan yang membentuk karakter dan pola pikir penerimanya.
Zulfi mengenang, proses seleksi beasiswa yang ketat menjadi tantangan tersendiri. Zulfi harus melalui berbagai tahapan, mulai dari tes akademik hingga wawancara, di tengah keterbatasan waktu belajar di lingkungan asrama.

See also  Urai Kepadatan Arus Balik Ditlantas Polda Jabar dan Polresta Bandung berlakukan One Way 5 Kali

“Tantangan terbesar saya ketika mengikuti seleksi perintis itu, ketika saya harus mengatur waktu, bahkan belajar hingga larut malam. Dukungan teman dan guru sangat membantu saya melewati semua tahap seleksi,” katanya.

Selama mengikuti pembinaan perintis, Zulfi mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga, mulai dari manajemen waktu, pengembangan pola pikir, hingga keterampilan menyusun CV dan personal branding. Bekal tersebut terbukti bermanfaat saat ia memasuki dunia kerja.
Di bangku kuliah, Zulfi tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif berorganisasi. Ia tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Metalurgi ITB dan dipercaya sebagai Ketua Departemen Lomba dan Karya pada periode 2025/2026. Peran ini menunjukkan kapasitas kepemimpinan serta kontribusinya dalam mengembangkan potensi mahasiswa.

Setelah lulus, Zulfi beruntung bisa langsung diterima di sebuah pekerjaan di bidang pertambangan, sesuai dengan minat dan bidang studinya, meskipun ia juga memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di masa depan.

Ia menekankan bahwa dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanannya. Ibu dan kakaknya selalu memberikan semangat, terutama saat ia berada di titik terendah.

“Pesan yang selalu saya ingat, jangan menyerah dan jangan membandingkan diri dengan orang lain. Setiap orang punya waktunya masing-masing,” ujarnya.

Alumni dari sekolah CT Arsa ini juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukungnya hingga bisa sampai pada titik ini, pada Rumah Amal Salman ia sampaikan khusus terima kasih kepada para donatur Rumah Amal Salman yang telah membantunya menyelesaikan pendidikan.

“Berkat zakat dan infak para donatur, saya bisa kuliah dengan baik dan mendapatkan pembinaan yang mengubah cara berpikir saya. Untuk kakak-kakak Pembina di perintis juga saya mengucapkan terima kasih atas segala dukungannya” katanya.

See also  Petani penyewa lahan PTPN di Pangalengan Dipolisikan Gegara Diduga Lakukan Pengrusakan Perkebunan PTPN

Ke depan, Zulfi berharap dapat menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain dan suatu saat bisa menjadi donatur, seperti mereka yang telah membantunya. Kisah Zulfi menjadi potret nyata bagaimana pendidikan, dukungan sosial, dan kegigihan dapat mengubah jalan hidup seseorang. Ia pun berpesan kepada adik-adiknya untuk terus berjuang.

“Untuk adik-adik perintis tetap semangat. Jika lelah, tidak apa-apa untuk beristirahat, tetapi jangan berhenti. Apa yang sudah dimulai harus diselesaikan,” tandasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

A+ A-
suara9.com

Live Search